KTSP sudah dibuat, susah diterapkan !
Sabtu kemarin kami bersama-sama dengan guru-guru yang tergabung dalam 11 MTs Muhammadiyah dan Ushriyyah mengadakan penyusunan KTSP. Saya mendapatkan jatah membuat KTSP Matematika kelas IX semester I. Namun karena banyaknya tugas di madrasah membuat saya datang sangat terlambat. Sebenarnya sih sedang malas membuat KTSP, tapi berhubung harus konsultasi masalah penulisan ijazah jadi saya harus meluncur ke TKP. Akhirnya harus terlibat juga dalam penyusunan KTSP. Awalnya sih perumusan berjalan alot dan penuh dengan hujan saran.
Akhirnya malah diputuskan untuk meng-copy KTSP yang sudah dibuat entah oleh siapa, yang penting cepet kelar. Karuan saja wong kami ternyata punya kesamaan yaitu sama-sama tidak mau direpotkan. Dasar kami memutuskannya pun jelas yaitu kami mempunyai siswa yang berada di level rendah. Sulit bagi kami merumuskan RPP dan Silabus yang cespleng mengatasi kesulitan belajar mereka (jelas saja muridnya pada males wong gurunya juga sama).
Sampai detik ini pun saya belum membaca KTSP yang sudah saya buat bersama. Inilah pukulan telak bagi para sponsor diberlakukannya KTSP. Nyatanya apa yang mereka harapkan sulit terwujud akibat lemahnya kemauan guru untuk berkarya menyusun KTSP. pelaksanaan KTSP seharusnya diberlakukan setelah lebih dari 50 % guru telah lulus sertifikasi. Guru yang membuat KTSP pun harus mempunyai lisensi dari para profesor pendidikan sehingga KTSP yang dibuat terarah dan sesuai dengan harapan. Jangan seperti hari ini, semua guru diwajibkan membuat KTSP tanpa tahu latar belakang pendidikan serta kemampuan mereka.
Jual beli KTSP akan menjadi bisnis yang menguntungkan. Semua penerbit berlomba menuliskan KTSP di sampul cover bukunya sama halnya dengan buku SD yang dengan gagahnya tertulis sudah memenuhi syarat sebagai buku ajar pembelajaran tematik. Tak ketinggalan para dealer LKS yang dengan sigap menggandeng para guru sebagai sales. Sayangnya semangat para pemodal tak sebanding dengan kualitas buku yang diterbitkan. Secara gamblang alias nyata kita tahu KTSP kan kurikulum tingkat satuan pendidikan jelas hanya cocok untuk sekolah tertentu. Sama halnya dengan obat sakit kepala untuk gajah kok diberikan kepada tikus, malah jadi klenger.
Marilah kita sukseskan KTSP bukan dengan sekedar melaporkan sekolah masing-masing sudah KTSP. Walau saya khawatir suatu saat nanti (semoga tidak secepatnya) KTSP akan basi dan berganti dengan kurikulum yang lebih baru. Mengingat baru saja kita berbulan madu dengan kurikulum 2004 tapi sayangnya sudah harus berpisah.
1 comment:
Pak,
jangan putus asa dalam melaksanakan KTSP.
Saya tdk tahu detil bgm KTSP yg dibuat oleh bapak/ibu guru MTs, tp dugaan saya krn tdk berdasar kpd kondisi sekolah masing2 mk sulit u diterapkan.
Btw, bisakah dikirimkan ke email saya model KTSP jiplakan itu, Pak ?
Saya ingin menganalisanya.
Post a Comment