Kecurangan UN, Gosip apa Fakta ?
Curang sudah menjadi hal yang lumrah di masa sekarang. Hampir seluruh lapisan masyarakat paham dengan trik curang ala orang Indonesia. Mulai dari kegiatan Pilkades, Pilkada sampai Pilpres dibumbui gosip adanya kecurangan. Sama halnya dengan ujian nasional. Banyak yang menyangka masih ada kecurangan di beberapa tempat. Kecurigaan ini mewabah di masyarakat. Bahkan antar sekolah sering saling curiga ketika jumlah siswa di sekolah lain 100 % lulus.
Bisik-bisik (gosip kalii) sesama pendidik memunculkan dugaan trik curang yang katanya sudah jamak dilakukan seperti :
Pengaturan tempat duduk
Siswa yang cerdas diatur duduknya berdekatan dengan siswa yang paling tidak cerdas dengan harapan bisa memberikan bantuan. Para guru pun tidak malu untuk meminta bantuan si cerdas agar dalam ujian selalu memperlihatkan jawabannya kepada si bodoh.
Membocorkan Soal
Trik ini beresiko karena soal selalu dalam keadaan tertutup rapat dan disegel. Namun bagi sekolah yang mendapat kedudukan sebagai sekretariat subrayon, trik ini bisa dengan mudah dilakukan. Eh ada lagi, panitia datang mengambil soal pagi jam setengah enam, selanjutnya bukalah segel, jawablah soalnya trus bagikan jawabannya. Gampang tur mudah tho !
Memperbaiki Jawaban
Sebelum lembar jawab dikirim ke sub rayon, lembar jawab diteliti dan diisi dengan jawaban yang dianggap benar oleh panitia dan tim sukses. Faktanya beberapa sekolah melarang guru tiga mapel menjadi pengawas di sekolah lain. Maksud dan tujuannya kurang begitu jelas namun patut diduga ada maksud lain dibalik hal tersebut.
Menyuap Korektor
Wah kalau korektor UN disuap ya nggak pernah mau kan komputer. Maksud saya operator komputernya. Ada selentingan yang beredar bahwa beberapa calo menawarkan kelulusan 100 % asal dengan imbalan sekian juta rupiah.
Trik di atas belum pernah terbukti dan saya tidak tertarik untuk membuktikannya. Wong cuma "kembang lambe" alias bahan omongan para guru belaka. Apabila pembaca ingin membuktikannya ya terserah, tapi saya jamin madrasah tempat saya mengajar insyaAlloh bersih dari kecurangan UN...(percaya pa kagak nich !)Bagaimana dengan sekolah Anda, sudahkah bebas kecurangan ???
Eh ya peringatan dari saya : Don`t try those at your school, danger man !! (mbuh bener pa ora sing penting keton nggaya..)
No comments:
Post a Comment