03 June 2007

Alhamdulillah tapi Kagak jadi Nerima Honda !

Ceritanya begini, madrasah kami mendapat jatah 5 orang yang mendapatkan honor daerah alias honda tahun 2007. Wah senangnya, tapi undangan pengambilannya dah ada namanya. Kami terkejut, ada rekan kerja yang sudah 1 tahun mengundurkan diri kok masih mendapatkan undangan. Buruk sangka sudah jelas ditujukan kepada Departemen Agama, instansi yang membuat surat tersebut. Dasar "katro", tanggal dalam undangan tersebut tertulis 29 Mei 2006 ... Wooi ini tahun berapa ? kan dah 2007 kok masih ditulis 2006 sih.

The show must go on, kepala sekolah langsung meluncur ke kantor Depag. Protes diterima dengan baik, tapi selanjutnya mendapat solusi yang buruk. Masak kami disarankan terima apa adanya dan kalau ingin diambil biarlah sang pemilik undangan pura-pura masih aktif dengan membawa surat keterangan dari madrasah. Wah ini namanya tidak "fairplay".
Pada hari H, kami sepakat mengambil dengan tetap mencantumkan orang lain dalam surat keterangan sebagai pengganti dan yang bersangkutan dinyatakan sudah tidak aktif. Uang sudah dapat diambil dan kami telah menandatangani SPJ. Namun salah seorang dari kami berkata jujur kalau dia mengganti orang lain. Kontan saja petugas keberatan. Adu argumen terjadi ... he he he uang mesti dikembalikan donk ... sayang banget, tapi inilah prinsip ... dengan segala argumen yang "dibuat-buat" petugas dari depag mencoba menyalahkan madrasah kami. Katanya sih di database dia, nama rekan kami belum dicoret. Padahal kami sudah mengirimkan data sudah berkali-kali. Wah yang kagak pro tuh siapa son !!! tapi ya tetep Alhamdulillah, semoga uang yang kami kembalikan masuk ke kas negara supaya dapat digunakan oleh proyek yang lebih bermanfaat. Kalau toh masuk ke kantong orang tertentu, semoga anak dan istrinya bisa makan dengan enak dan kenyang.

No comments: